Home » Bisnis » Youtube, Jembatan Bisnis Karikatur
Youtube, Jembatan Bisnis Karikatur

Youtube, Jembatan Bisnis Karikatur

Hanya dengan aplikasi laptop dan Photoshop, Riduan mampu menghasilkan ratusan ribu rupiah. Riduan Iman atau yang sering dipanggil Amang Art memiliki bisnis sisi desain grafis. Dia kreatif dengan Photoshop untuk menghasilkan gambar karikatur animasi. Banyak anak muda memesan foto mereka untuk dibuat seperti kartun atau seni vektor.

“Biasanya banyak siswa memesan. Sebagian besar untuk hadiah ulang tahun, wisuda, sesi tesis, dan ulang tahun,” kata Amang. Grafisnya adalah dengan harga Rp. 55.000. Harga ini hanya untuk desain satu wajah. Ini termasuk bingkai ukuran 8R. Namun, jika desain yang diminta oleh pelanggan memiliki dua wajah, maka harus menambahkan Rp 10.000. Pelanggan juga dapat meminta file lunak saja. Untuk harga jasa karikatur dalam bentuk file lunak tanpa bingkai, harganya adalah Rp30.000.

Seperti halnya file yang keras, jika jumlah wajah bertambah, biaya yang dikeluarkan juga harus naik sebesar Rp. 10.000 setiap penambahan wajah. Amang Art mengaku hanya belajar otodidak. “Belajar photoshop sepenuhnya gratis, hanya dari internet dan youtube. Belajar seni vektor.” Kata Amang. Saat ini, Amang hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menyelesaikan desain seni vektor.

Youtube, Jembatan Bisnis Karikatur

“Membuat seni vektor biasanya 30 menit. Ya, itu tergantung pada kualitas foto yang dikirim dan kerumitannya,” katanya. Dalam proses pemasaran, Amang dan rekan-rekannya menggunakan media sosial sebagai alat promosi.

“Biasanya promosi melalui Instagram dan dari mulut ke mulut. Saat ini, pesan saja daerah Kalimantan Selatan. Kemarin ada Pelaihari, Barabai, Martapura, dan jauh dari Kalimantan Tengah,” kata Fahfiporohmah, rekan kerja Amang. Dalam satu bulan Riduan bisa mendapatkan omset hingga Rp 1.000.000. Jumlah ini biasanya diperoleh selama musim kelulusan dan sesi tesis mahasiswa.

Hal serupa terjadi di Ponorogo, berbekal kreativitas dan aplikasi pada smartphone, seorang siswa mampu mendapatkan rezeki. Dia bisa mendapatkan uang tambahan melalui karya karikatur di ponselnya.

Namanya adalah Ari Susanti. Seorang wanita berusia 20 tahun yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Muhammadiyah Ponorogo adalah hobi menggambar. Dari sana ia kemudian mulai membuat gambar karikatur dari foto di ponsel.

“Ini baru tahun terakhir foto telah melewati aplikasi,” kata Ari saat ditemui AFP di Jalan Cindewilis, Selasa (9/4/2019).

Dalam pembuatan karikatur, Ari menggunakan empat aplikasi pada smartphone, yaitu Picsay Pro, Snapseed, Autodesk, dan Sketchbook. Butuh sekitar 5 jam baginya untuk mengubah satu foto menjadi foto karikatur. “Jadi saya fokus pada detail mulai dari warna pakaian, wajah hingga warna kulit, semuanya saya gambar,” jelasnya.

Lebih lanjut menceritakan tentang kegiatan tersebut, Ari mengakui bahwa semuanya dimulai karena dia sangat suka menggambar. Kemudian ia mencoba berbagai aplikasi gambar dan melakukan proses pengeditan dengan melihat tutorial di YouTube.

Pesanan biasanya datang dari anak muda yang ingin memiliki gambar karikatur sendiri. Selain itu, Ari juga sepakat untuk mengedit foto sesuai permintaan pelanggan. Untuk jasa karikatur berwarna ukuran 10R dijual seharga Rp 300 ribu, ukuran sedang (30x50cm) dihargai Rp 500 ribu dan ukuran besar (60X100cm) dihargai Rp 900 ribu. “Ya, itu masih bisa kurang,” katanya.