Menurut data survei yang dilakukan pada 2014 oleh kementrian kesehatan Republik Indonesia, penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke. Kematian ini terjadi pada semua umur.  Mengerikan, bukan?

Lalu, bagaimana cara kita untuk menjaga agar jantung tetap sehat sehingga terhindar dari penyakit jantung koroner? Berikut ini cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk memelihara jantungmu agar tetap sehat:

  1. Sering Berolahraga

Sering BerolahragaSumber: Everydayhealth.com

Tidak diragunakan lagi bahwa olahraga sangat penting untuk jantung yang kuat. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Circulation menemukan bahwa aktivitas fisik bahkan dapat menangkal risiko genetik untuk penyakit jantung.

Para peneliti mengamati 500.000 pria dan wanita di Inggris Raya dan menemukan bahwa mereka dengan risiko gangguan jangtung yang tinggi tetapi memiliki tingkat kebugaran fisik tinggi risiko mereka  terkena penyakit jantung koroner 49% lebih rendah.

Sementara AHA merekomendasikan 150 menit aktivitas sedang seminggu. Ada juga yang menganjurkan  melakukan aktifitas 30 hingga 60 menit setiap hari. Secara keseluruhan tujuannya adalah untuk bergerak setiap hari, tetapi jangan merasa Anda harus berlari 20 mil sehari. Latihan ekstrim belum diketahui dapat melindungi, alih-alih itu bisa menambah bahaya.

  1. Kurangi Garam

Kurangi GaramSumber: Kidskunst.info

Jika kamu melakukan diet tinggi garam, kemungkinan tekanan darahmu juga bisa tinggi – yang berarti kamu memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung atau stroke. Asupan garam maksimum harian yang disarankan adalah hanya 6g untuk orang dewasa dan 3g untuk anak-anak (2,5g garam setara dengan 1g natrium). Kurangi dengan mencoba untuk tidak menggunakan garam sama sekali di meja dan mengurangi jumlah garam yang kamu gunakan dalam memasak. Selain itu, perhatikan label makanan untuk memeriksa berapa banyak garam yang kamu makan dalam makanan olahan (makanan dengan lebih dari 1,5 g garam atau 0,6 g natrium per 100 g tinggi, jadi hindari jika memungkinkan). 

  1. Tidur Setidaknya 7 Jam

Tidur Setidaknya 7 JamSumber: Dietoflife.com

Terlalu sedikit tidur mungkin berdampak pada jantung, terutama jika kamu sudah berisiko terkena penyakit jantung, sebuah studi dalam Journal of American Heart Association menginformasikan.

Para peneliti menemukan orang-orang yang tidur kurang dari 6 jam semalam dan memiliki kondisi yang dikenal sebagai sindrom metabolik, mereka memiliki kemungkinan meninggal karena penyakit jantung atau stroke sekitar dua kali lebih tinggi selama periode studi 17 tahun, dibandingkan dengan orang-orang tanpa sindrom metabolik yang tidur dengan jumlah waktu yang sama. Sindrom metabolik adalah sekelompok gejala, termasuk BMI tinggi dan kolesterol tinggi, yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Tidur yang cukup dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup jantung sehat: Risiko kematian lebih rendah pada orang dengan sindrom metabolik yang mendapat lebih dari 6 jam mata tertutup setiap malam, menurut para peneliti.

  1. Hindari Diet ‘yo-yo’

Hindari Diet yo-yoSumber: Caloriesecrets.net

Diet yo-yo bisa berbahaya bagi lingkar pinggang wanita, tetapi mungkin berbahaya bagi jantung mereka, terutama setelah mereka mengalami menopause, ungkap sebuah studi dari 2016.

Para peneliti menyarankan bahwa menjaga berat badan yang stabil dan sehat lebih baik untuk jantung wanita daripada memiliki berat badan yang berfluktuasi yang disebabkan oleh diet yoyo. Tidak jelas apakah menurunkan berat badan dan kemudian naik kembali itu mungkin memiliki efek yang sama pada jantung wanita dan pria muda.

  1. Hati-hati dengan Lemak Hewani

Hati-hati dengan Lemak HewaniSumber: Seriouseats.com

Pernah dengar desas-desus tentang bagaimana mentega baik untukmu? Jangan percaya, Lemak hewani dan bahkan protein hewani pasti terkait dengan peningkatan kolesterol dan peningkatan risiko jantung.

Lemak tak jenuh tunggal, di sisi lain, yang terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, dan banyak kacang-kacangan, bersama dengan lemak tak jenuh ganda dari ikan seperti salmon liar dan sarden, sangat bagus untuk kesehatan jantung. Sebagian dari kebingungan tentang risiko dan manfaat lemak berasal dari fakta bahwa lemak jenuh, seperti yang dari hewan, mungkin sebenarnya netral bagi sebagian orang. Tapi itu tidak berarti mereka aman untuk semua orang.

  1. Hindari Stress

Hindari StressSumber: Anoptimisticapproach.com

The Heart and Stroke Foundation merekomendasikan agar menghindari stres. Stres dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi, kecemasan yang samar-samar atau ketakutan tanpa alasan yang jelas, dan periode lekas marah yang diikuti oleh depresi. Diet yang baik adalah mekanisme penanganan stres yang baik. Ini karena nutrisi tertentu digunakan lebih cepat ketika seseorang sedang stres. Karena itu tubuh membutuhkan vitamin B tambahan untuk sistem saraf pusat yang sehat dan Vitamin C dan seng untuk ketahanan terhadap infeksi.

  1. Hitung Berkah dalam Hidup

Hitung Berkah dalam HidupSumber: Curiouscortex.com

Meluangkan waktu setiap hari untuk mengakui berkah dalam hidup adalah salah satu cara untuk mulai memanfaatkan emosi positif lainnya. Kegiatan ini telah dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik, kehidupan yang lebih lama, dan kesejahteraan yang lebih besar, seperti halnya lawannya, yaitu kemarahan kronis, kekhawatiran, dan permusuhan, berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

  1. Berhenti Merokok

Berhenti MerokokSumber: Scienceblog.cancerresearchuk.org

Merokok adalah salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular, dan perokok memiliki kemungkinan mengalami serangan jantung hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok. Merokok tidak hanya merusak lapisan arteri tetapi mengurangi jumlah oksigen dalam darah dan meningkatkan tekanan darah.